Kamis, 29 November 2012

Review Novel Esti Kinasih "StiLL..."



Kemarin gw dapat info telat banget, ada Indonesia Book Fair di Istora Senayan. Huhuhu
Terakhir minggu kemarin, mana kantong kering banget.. Kenapa pas tanggung bulan sih? Heuheu

Tapi dengan modal nekat gw sama temen gw Apri ke sana. Gw berharap akan ada novel-novel diskon, gw sih berharap ada novel baru dengan dislon 50% tapi sayangnya diskon terbatas.  Kebanyakan diskon berkisar 10% - 30% untuk novel-novel baru. Tadinya gw nggak berniat beli, mengingat keadaan kantong tapi karena gw penasaran sama judul novel 'Raksasa dari Yogya' akhirnya gw beli tuh daripada gw penasaran. Terus gw nemu buku panduan backpaker dan panduan blog cuma enam ribu lhoo.. Hehehe


Dan terakhir gw nemu novel Teenlit lama, Novelnya Esti Kinasih "Still..." Novel ini adalan Novel sekuelnya "Cewek". Gw dulu waktu SMP suka banget baca novel Teenlit, gw dulu bela-belain nyisihin uang jajan buat nyewa novel.. Sempet vakum juga baca Teenlit gara-gara novel genre baru mulai bermunculan mulai dari Novel Andrea Hirata, Habiburahman El Shirazy, Asma Nadia, A Fuadi, Donny Dirgantoro, Tere Liye dll. Tapi novel Teenlit sampai sekarang masih enak dibaca dan jadi salah satu bacaan favorit gw.




Novel STILL ini gw nggak bisa berkomentar banyak. Bagus sih..... Sama bagusnya kaya Novel Cewek. Novel yang pertama bikin gw mupeng buat naik gunung. Tapi itu gw baca novel "Cewek" udah dari SMP dan kayanya gw telat banget baca novel STILL tapi nggak apalah daripada nggak sama sekali.

Ceritanya itu tentang 3 sahabat laki-laki yang namanya Bima, Rei, dan Rangga. Bima itu, cowok yang gampang banget naksir cewek dan langsung ajah ngajak jalan tuh cewek dan nggak peduli cewek itu suka sama dia apa enggak (kebanyakan sih... cewek yang dia taksir juga naksir dia... orang dia ganteng)

Terus, kalo Rei adalah tipikal cowok yang cerdas dan selalu mikir dengan logika (tapi jangan salah persepsi, dia nggak kutu buku lagi!)

Sedangkan Rangga, dia itu cowok yang sebenernya sayang sama pacarnya tapi pernah kedapetan selingkuh.

Di STILL ini, juga bercerita tentang 3 sahabat cewek. Fani, Langen, dan Febi.

Fani, cewek yang menderita banget karena dia... secara paksa menjadi pacar Bima. Inget ya, secara paksa! Soalnya, Bima tuh bingung gara-gara nggak bisa ngedapetin Fani segampang cewek-cewek lainnya (emang kenyataan Fani nggak suka sama Bima kok)^^ Akhirnya, Bima maksa Fani buat Jadi pacarnya deh... Mau nggak mau, Fani mengikuti ajah Bima. Soalnya, Bima itu ehm... agag Psikopat gitu.... Fani nggak berani ngelawan Bima.

Langen, cewek yang mendukung emansipasi wanita. Dulu, Rei (pacar Langen) dan temennya, Bima serta Rangga sangat nggak setuju kalo cewek itu bisa ngikutin apa yang dilakukan sama anak cowok. Dan Langen, sebagai wanita jelas merasa nggak setuju. Dia berusaha membuktikan bahwa sesungguhnya cewek itu mampu melakukannya. Dan diadakanlah lomba hiking di gunung gitu. Antara kubu Bima, Rei, dan Rangga dengan Kubu Fani, Langen, dan Febi. Hampir ajah kubu cewek kalah. Namun karena Langen cerdik dengan melepas bajunya hingga dalemannya kelihatan n' menarik perhatian para cowok, mereka menang.

Sedangkan Febi, adalah pacar Rangga yang pernah diselingkuhin sama Rangga tapi tetep mau nerima Rangga lagi. Katanya, cowok itu emang sudah kodratnya untuk selalu tergoda sama cewek. Dan tinggal memberi kesempatan kedua ajah untuk membuktikan cinta Rangga padanya.

Nah, novel ini dimulai dari kisah Rei yang mutusin Langen karena marah banget saat Langen buka bajunya di Gunung waktu itu (cerita itu ada di novel sebelumnya "CEWEK!!") Rei nggak rela kalo tubuh Langen dilihat sama orang laen yang bukan dirinya (lh, apa itu maksudnya? Jadi buat Rei boleh gitu tha? Wah... nggak bisa nih... negative impact nih.....^^)

Mereka berdua sama-sama masih saling suka. Tapi, karena ego dan gengsi masing-masing, mereka sealu menghindar jika ketemu.

Sedangkan Fani, dia sudah nggak kuat dengan Bima. Dengan mengumpulkan seluruh kekuatannya dia memberontak pada Bima. Dia minta putus.

Waduh... bima yang tempramen jelas nggak mau lah.... dia nggak rela dan nggak sampe mikir, kenapa sih ada cewek yang mengucap kata putus duluan? Padahal, belum pernah ada cewek yang minta putus sama dia kalo nggak dia dulu yang mutusin. tu juga dibumbui sama ceweknya yang ngerengek-ngerengek minta balik. Lha ini.... kenapa Fani bisa minta putus gitu?

Bima nggak rela dan dia heran. Apa kurangnya dia? Saat Bima tanya, Fani malah melarikan diri dari Bima. Sejauh-jauhnya.

Namanya orang agak-agak psikopat dan terlalu ambisian kayak Bima, jelas Fani adalah lawan yang kecil. Bima bisa ngejar Fani dengan mudah. Tapi, fani punya banyak pendukung. Ada Febi dan Rangga serta Rei (bahkan sahabat Bima mendukung Fani putus dengan Bima) Mereka berpikir Bima sudah terlalu berbahaya buat Fani. Dan Langen pun juga mendukung. Walau dengan itu dia berkali-kali ketemu dengan Rei dan membuat rasa sayang yang masih ada dan ingin dilupakan jadi berantahkan.

Gimana akhirnya? Bima berhasil menangkap Fani dan memeluknya erat-erat.Entah kenapa Bima merasakan Cinta yang sangat dalam sama Fani. Dan ironinya (emang takdir terkadang menyuguhkan sebuah Ironi, aku juga pernah ngerasain itu) cewek yang dicintainya pertama kali itu telah menolaknya mentah-mentah dengan seluruh kekuatannya.

Itu ngebuat Bima luar biasa Frustasi. Dia menghalalkan segala cara buat ngedapetin Fani. Dia nggak peduli semuanya. Bahkan Rangga dan Rei yang mencoba untuk mengingatkannya malah dimarahin.

Fani, pasrah menerima semuanya ketika dia berada kembali di tangan Bima. Yang bisa dilakukannya cuma menangis dan menangis. Pernah juga ada kejadian Fani dikurung sama Bima.

Waw!! Bima frustasi lah ngeliat Fani nangis-nangis terus tiap harinya. Akhirnya dia sadar satu hal, walau dia ngedapetin Fani di tangannya, tapi hati Fani nggak ada dalam genggamannya. Hati Fani itu berada Jauh walau jasadnya dekat sama dia.

Aku sempet sedih waktu Bima berpikir kayak gitu. Dan dia jadi sadar. Dengan sisas-sisa perasaannya yang terkikis habis saat menyadari itu semua, akhirnya dia bisa ngelepas Fani. Betapa leganya Fani saat itu. Bahkan, dengan cepat Fani bisa menemukan cowok idamannya. Catet : Cowok yang benar-benar idaman. Tentu ajah berbeda tiga ratus tujuh puluh derajat (yee... emang ada???)

Sementara Bima, diatas keterpurukannya dia menjelajahi masa lalunya. Dengan beribu cewek yang pernah jadi pacarnya (beribu itu cuma kiasan lho ya... masa' iya ada cowok yang bsa pacaran seribu kali? Pingsan aku kalo ada yang kayak gitu....^^)

Ternyata, banyak cewek yang hancur hidupnya setelah Bima mutusin mereka. Karena percaya apa enggak, Cewek "bekas" Bima.... selalu diCap yang aneh2 di kampus Bima. Bima juga baru tahu kalo setiap cewek mantan dia itu selalu berkonotasi "tidak gadis" lagi. Wuah.... Bima jelas marah lah.... dia nggak pernah ngapa-ngapain kok...

Mirisnya, ada mantannya yang berhenti sekolah karena hamil. Awalnya Bima kaget luar biasa dan memutuskan untuk mendatangi rumahnya, cewek itu tampak kaget didatengi Bima. Dia bicara gini (kalo gag salah) "Mau apa? Minta balik? Gue udah punya anak sekarang!" Yah... kasarannya gitu lah....

Wuah....Bima marah. Emang dia pernah ngapain tuh cewek??

Ternyata, anak itu emang bukan anak Bima. Itu adalah anak dari cowok laen yang nggak bertanggung jawab karena konotasi Mantan bima itu adalah cewek nggak bener yang sudah rusak. Makanya cowok itu berani berbuat sejauh itu sama mantan Bima tadi...

Bima jadi keinget sama Fani. Terus Fani gimana? Apa yang terjadi setelah Fani putus dengan dia?

Nyatanya Fani malah asyik jalan sama cowok yang baek banget kok. Dan Fani menikmati itu.

Nggak hanya sampai disitu, rupanya Fani termakan oleh tampang luar. Giaman jadinya kalo cowok pujaannya itu hanya menganggap Fani adalah"bekas" Bima???

Kalau mau lebih lengkapnya, baca aja deh novelnya, dijamin seru coz gw cuma butuh waktu sehari buat baca ini novel.. Kalau mau Obyektif, dari sepuluh skala gw kasih 8 buat novel ini^^


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar